Jumat, 05 Mei 2023

Transformasi NURUL IQAMAH Pemanjat Tebing Asal BIMA yang Mendunia

Transformasi NURUL IQAMAH Pemanjat Tebing Asal BIMA yang Mendunia



Tidak ada yang menyangka jika Nurul Iqamah, salah satu atlet panjat tebing Indonesia asal Bima NTB yang sudah beberapa kali turun di kejuaraan dunia panjat tebing pada awalnya tidak menyukai olahraga ini. Alasannya sederhana. “Saya takut ketiggian,” ujar atlet kelahiran Bima, 6 Mei 1995 ini.

Butuh tahapan untuk membuat rasa takutnya sirna. Orang yang berjasa membuatnya berani dan mantap menekuni panjat tebing tak lain adalah saudaranya sendiri, Fitrah Rahma. Sang saudara yang sudah lama menekuni sport climbing selalu mendorong dan menyemangatinya untuk mencoba.


“Ayo, Rul! Enggak usah takut ketinggian. Enggak usah lihat ke bawah, manjat lihat ke atas terus’,” ujar dia seraya menirukan motivasi dari saudaranya.

Lama kelamaan, rasa takut itu sirna perlahan-perlahan seraya ia menjejakkan kaki di setiap poin-poin pada papan panjat. Sejak 2006 itulah, ia terus menekuni panjat tebing meskipun memang pada awalnya masih main-main. “Awalnya main-main karena masih 10 tahun. Akhirnya bisa serius dan sampai sekarang.”


Pada tahun yang sama, ia diterjunkan dalam kejuaraan nasional di Bali. Menurutnya, ia ikut dipilih karena saat itu, Nusa Tenggara Barat kekurangan atlet. Ia mengaku belum mendapatkan juara pada kejurnas tersebut. 

Tujuh tahun kemudian, ia baru bisa meraih medali pertamanya. “Waktu yang sangat lama.”

Namun, prestasinya tak berhenti di situ saja. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat, Nurul membawa pulang medali perunggu kategori boulder perorangan. Kemudian, pada 2017, sejumlah medali ia rebut. Ia mendapatkan emas untuk kategori lead dari kejuaraan yang digelar Eiger di Bandung dan kejuaraan nasional (Kejunnas) FPTI di Jogjakarta.

Nurul juga membukukan medali perak untuk nomor lead di kejurnas di Jogjakarta dan juara tiga untuk boulder tim campuran di Jogjakarta juga.


Sementara, untuk level internasional, ia pertama kali ikut pada Asian Youth dan berada di peringkat lima. Pada 2017, Nurul mengikuti Asian Championship di Iran. Sayangnya, atlet 23 tahun itu belum bisa meraih medali.

Pada 2018, ia beralih di nomor speed dan berlaga di kejuaraan dunia di Moscow dan China. Ia berhasil menempati posisi ke-10.

Mengawali karier di dunia panjat tebing di nomor lead dan boulder, membuat Nurul kesulitan ketika harus beralih ke speed. Tingkat kecepatan yang bertolak belakang membuatnya kewalahan.

“Awalnya sangat sulit beralih ke speed. Awalnya saya manjat pelan (sekarang harus cepat).”

Namun, ia merasa beruntung dikelilingi rekan dan pelatih pemusatan latihan nasional yang selalu memberikan dukungan sehingga ia bisa memacu bakat terpendamnya. Kini, ia pun menyenangi nomor baru tersebut.

Karena itu juga, kejuaraan dunia yang ia ikuti menjadi kompetisi paling berkesan. Pasalnya, saat itu, ia turun di nomor yang baru saja ia tekuni yakni nomor speed. Bagi Nurul, ini juga menjadi salah satu bukti transformasinya ke nomor speed.

Nurul bercerita, bisa masuk dalam Tim Indonesia dalam kejuaran dunia panjat tebing merupakan perwujudan dari angan-angan tertinggi setiap atlet. “Enggak nyangka bisa masuk . Angan-angan atlet pasti ingin masuk tim tertinggi. Kok (saya) bisa masuk itu enggak pernah kebayang.”

Ia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan persiapan yang sudah mencapai 95%, Nurul berjanji akan memberikan yang terbaik. “Saya akan memberikan yang terbaik dari yang terbaik selama saya latihan.”

Haria ini Nurul Bersiap Turun di Kejuaran Dunia Panjat Tebing 2023 IFSC di Jakarta, Indonesia mendaftarkan 22 atlet. Terdiri dari 12 atlet putra dan 10 atlet putri. Selain Nurul, atlet putri lainnya adalah Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Salsabillah, Eka Dian Krismawati, Alivany Ver Khadijah, Puja Lestari, Nurma Anjani, Devi Kusuma, Susan Nurhidayah, dan Amanda Narda Mutia. 

Ayo Semanggat Nurul .. "Terus Berprestasi , salam tekadoro dari kami dou mbojo"

Sumber @fpti.or.id / @ifsc-climbing.org






Kamis, 04 Mei 2023

Kota Tangerang Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing Tingkat Nasional

Kota Tangerang Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing Tingkat Nasional


Kejuaran Terbuka Kelompok Umur Panjat Tebing tingkat Nasional, akan berlangsung di Wall Climbing Center, di Gondrong Kecamatan Cipondoh, pada 9-11 Mei mendatang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang Kaonang mengungkapkan, event olahraga ini merupakan inisiasi atau agenda rutin Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) yang kini berkolaborasi dengan FPTI Kota Tangerang.

"Ajang ini akan diikuti dan dihadiri ratusan atlet dan pecinta wall climbing dari berbagai daerah di Indonesia," kata Kaonang, Kamis (4/5/2023).

Baca Juga: Pemkot Tangerang Bakal Bangun SPAM Berkapasitas 2.750 Liter per Detik


1. Venue ini bertaraf internasional

Kota Tangerang Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing Tingkat NasionalPiala Dunia Panjat Tebing 2022 resmi dimulai (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Arena Tangerang Wall Climbing Center pada venue panjat tebing, kata Kaonang, memang dibangun Pemerintah Kota Tangerang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten 2022 dengan standar Internasional.

Dengan demikian, kata dia, venue ini cocok dan sudah sesuai jika digunakan pada event seperti Kejuaraan Terbuka Kelompok Umur Panjat Tebing tingkat nasional ini.

“Kejuaraan ini merupakan tipe Kelompok Umur atau KU 10 sampai 13 tahun, dan akan melombakan kategori speed dan lead," kata dia.

2. Venue bakal dibuka untuk umum

Kota Tangerang Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing Tingkat NasionalDok. Pemkot Tangerang

Kaonang mengatakan, venue ini nantinya bakal dibuka untuk umum, agar warga bisa merasakan fasilitas yang dibangun pemerintah.

"Jadi masyarakat Kota Tangerang atau sekitarnya yang ingin melihat atau belajar tentang olahraga wall climbing dipersilakan untuk datang dan melihat langsung,” ungkap Kaonang.

3. Event ini juga akan dimeriahkan dengan acara lain

Kota Tangerang Tuan Rumah Kejuaraan Panjat Tebing Tingkat NasionalDok. Pemkot Tangerang

Kata Kaonang, informasi panitia terbaru ialah event olahraga nasional ini juga akan dimeriahkan dengan bazar, live music, foto contest hingga doorprize.

“Dengan ini, diharapkan dapat mendongkrak gairah dunia olahraga wall climbing di Indonesia khususnya di lingkup Kota Tangerang. Menjadi suntikan semangat untuk munculnya atlet-atlet baru yang berbakat dari Kota Tangerang,” harapnya.

copy@banten.idntimes.com



Rabu, 03 Mei 2023

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Panjat Tebing 2023

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Panjat Tebing 2023


Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia Panjat Tebing. Ajang itu rencananya akan diselenggarakan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), 6-7 Mei.

Demikian disampaikan Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid. Ia menyebut pihaknya tengah menggenjot kesiapan single event tersebut agar dapat berjalan sesuai rencana.

"Lokasi ajangnya berbeda dari tahun pertama kita menggelar kejuaraan dunia. Bukan di kawasan SCBD lagi, tapi (kawasan) GBK," kata Yenny kepada detikSport, Jumat (28/4/2023).

Yenny mengungkapkan GBK menjadi pilihan lokasi lantaran sudah terlanjur diumumkan. Namun, papan panjat tebing yang digunakan masih sama seperti dulu.


"Kalau kemarin mepet karena di GBK tidak tersedia lahan, sekarang pemerintah menyediakan lahan, walaupun belum selesai dibangun.

Saat ini persiapannya sudah 70 persen. Sementara untuk hal-hal teknis lainnya sudah lumayan. Yang belum kelihatan hilalnya ini sponsor," ujarnya.

Bukan tanpa alasan Yenny mengungkapkan hal tersebut, biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan ajang ini cukup besar, yaitu sekitar Rp 10 miliar.


"Dukungan pemerintah ada tapi sangat jauh dari maksimal dan jauh dari harapan. Tentu kami berharap pemerintah dapat lebih memberikan dukungan yang substansial untuk atlet panjat tebing Indonesia bisa lebih lagi," katanya.

"Ini kenapa kejuaraan-kejuaraan internasional diselenggarakan di sini juga untuk mempopulerkan ke masyarakat, dan tampil di rumah sendiri biasanya prestasinya bisa lebih tinggi."

Untuk itu, rencananya pekan depan, FPTI akan melakukan audiensi dengan Kemenpora terkait Piala Dunia yang lebih dikenal dengan nama IFSC-Climbing World Cup (S) Jakarta (INA) 2023.

"Semoga pemerintah mau membantu karena saat ini murni federasi yang menanggung," Yenny mengharapkan.

Menilik kalender IFSC-climbing.org, Jakarta akan menjadi lokasi penyelenggaraan seri ketiga Piala Dunia. Dua seri sebelumnya berlangsung di Hachioji, Jepang (21-23 April), dan Seoul, Korea Selatan (28-30 April).

Indonesia sebagai tuan rumah hanya akan melombakan nomor speed putra dan speed putri. Berbeda dari tahun pertama, Indonesia selain memainkan nomor kecepatan, juga nomor lead putra dan lead putri.

Kala itu, Indonesia merebut gelar juara Piala Dunia seri Jakarta melalui Aspar Jaelolo, kemudian gelar juara dunia musim 2022 Veddriq Leonardo, serta gelar secara tim negara. copy@sport.detik.com